Misteri Rumah Tua

Ditulis oleh : Dodi Iskandar S.pd

Di suatu Desa yang indah dan permai, tenang, dan damai, di pinggir desa itu terdapat sebuah rumah tua bekas peninggalan belanda yang sangat besar dengan halaman yang sangat luas  dengan pepohonan yang begitu rapat dan rimbun disekelilingnya, sehingga menambah kesan seram dan angker setiap yang melihatnya, penduduk tidak ada yang berani mendekati dan lewat di depan rumah itu, karna berkembang cerita dikalangan penduduk desa  rumah itu angker dan berhantu konon kabarnya dari dalam rumah itu sering terdengar suara-suara aneh dan penampakan orang tua bungkuk dengan muka yang hancur dan sangat menyeramkan, tepat di samping tembok rumah itu terdapat sebuah lapangan yang tidak terpakai,dulu lapangan itu sering digunakan pemuda dan anak-anak kampung untuk bermain bola kaki, tapi semenjak berkembangnya cerita tentang rumah berhantu tadi, tidak ada yang berani lagi bermain di sana.

Pada suatu sore yang cerah,Madi,tyo,iman dan ari ,lagi cerita-cerita di teras rumah Madi”kawan-kawan kita sudah lama tidak main bola,padahal sebentar lagi kan seleksi 02SN, gimana kita mau lolos seleksi kalau kita jarang latihan,kata Madi’. Ya, juga ya! tapi masalahnya sekarang, kita mau latihan di mana, latihan di kampung sebelah jauh, pulangnya dari sana aja udah capek, timpal tyo. Trus gimana dong! sambung iman, gimana kalau kita latihan di lapangan dekat rumah tua itu saja, kata Ari! emang kamu berani, ri? ya, ini kan cuma usul dan solusi aja, menurut aku bagus juga usul Ari tu, lanjut Iman!

Setelah sepakat mereka pun siap melaksanakan rencana mereka tersebut, mereka sengaja tidak bilang kepada orang tua masing-masing karna takut nanti dilarang,pada hari yang telah ditentukan mereka pun pergi ke lapangan tersebut,walau dalam hati masing-masing sebenarnya masih ada sedikit ketakutan dan kegerian tapi karna semangat mereka ingin latihan akhirnya mereka berusaha menepis ketakutan itu,mereka bermain dengan asyik dan bersemangat sekali,apalgi lapangan itu memang memenuhi syarat sebagai lapangan sepak bola. Saking asyiknya mereka bermain mereka tidak sadar bahwa hari sudah sangan sore dan langit semakin gelap tampaknya sebentar lagi akan turun hujan lebat,lagi asyik-asyiknya bermain hujanpun turun dengan derasnya,mereka berlarian mencari tempat berteduh tapi sayangnya disekitar lapangan itu tidak ada tempat berteduh hanya rumah tua itu satu-satunya yang ada mau lansung pulang hujan sudah keburu turun dengan derasnya mereka pun basah kuyup,karna mereka sudah sangat kedinginan sekali dan takut akan demam akibatnya nanti tidak bisa ikut O2sn,akhirnya mereka beranikan diri menuju rumah tua tersebut dan berteduh di dekat terasnya,sambil menahan kedinginaan dan ketakutan,di luar kilat dan petir sambar menyambar,saat mereka sedang terkujut dan ketakutan tiba-tiba pintu rumah tua itu terbuka dan dipintu itu sekarang berdiri orang seorang kakek-kakek yang sangat seram sekali wajahnya,,hantuuuuuuuuuuuu,,, mereka secara serempak berteriak ketakutan tolong mbah jangan ganggu kami,jangan bunuh kami,jangan cekek kami,kami hanya numpang berteduh,mereka terus berteriak sambil ketakutan dan menutup wajah mereka masing-masing,,,,siapa yang mau ganggu kalian cu,kakek bukan hantu atau setan seperti yang dikatakan orang,kakek juga manusia biasa seperti kalian,tdi kakek mau mengunci pintu dan kakek melihat ada orang di teras,  kalian basah kuyup dan kedinginan ya cu?masuklah ke dalam dulu,baju kalian basah dan kakek lihat kalian kedinginan sekali, nanti kalian masuk angin dan demam,di luar gelap dan hujanya deras sekali ditambah petir dan kilatnya!

Dengan tubuh menggigil kedinginan ditambah masih ketakutan mereka pun saling berpandangan dan berbisik  ,mereka ragu apakah masuk apa tidak,”nanti kalu kita masuk dia akan bunuh kita ,tubuh kita di potong-potong kayak yg di berita-berita itu,trus dimasaknya iii,,,bisik tyo pada iman,kalaupun iya!paling tubuh mu hanya dibuat sop aja,secara kan kamu kurus gitu jadi g ada dagingnya xixi,,,kurang asem! dalam keadaan bgini masih sempat bercanda,,udah-udah gman kita ini,masuk apa g?madi dan ari menimpali!..hm,,hm,mereka serempak memandang kearah datangnya suara itu,ya suara itu dari sang kakek yang seakan mengerti apa yang mereka bisikkan,takut kakek bunuh ya,trus kakek masak daging kalian,,hehe,emang kakek kanibal apa!sudahlah cepatan masuk semakin lama kalian dengan baju basah kuyup gitu semakin mudah kalian demam dan masuk angin,,dengan keberanian yang dibuat-buat mereka pun masuk ke dalam rumah tua itu…….

Sementara itu di desa,tepatnya di rumah madi,orang tua madi lagi cemas dan takut karna sudah hampir jam 7 malam madi belum juga pulang dan hujanpun blum juga reda-reda tapi malah semakin lebat,”aduh pak gamna ini,madi belum juga pulang kemana dia,mana hujan lebat begini!tadi waktu mau berangkat main madi pamit tidak bu?pamit,katanya mau pergi latihan bola sama tyo,ari dan iman!kok blum pulang-pulang juga mana di luar hujan!apa tidak sebaiknya kita kerumah kawan-kawannya itu tanya,iya bu kita coba tnya aja kermh kawan-kawannya dulu,siapa tau mereka tau dmana madi,saat mereka akan siap-siap berangkat tiba-tiba ada yang ngetok pintu,,,bu ada tamu tuh!ya pak!,,ternyata yang datang adalah orang tua dari iman,tyo dan ari,,ada apa bapak dan ibu2 ke sini malam-malam dan hujan pula ,,gini bu,anak-anak kami-kami tyo,ari dan iman belum pulang-pulang dari siang tadi katannya pergi main bola sama madi,mkanya kami cari kesini siapa tau mereka ada di sini,kata bu tyo yang kemudian di iyakan oleh orang tua ari dan tyo,,aduh bu,madi juga belum pulang,ini saj aq sama bapaknya mau kerumah ibuk cari,,kata bu madi!berarti anak-anak kita blum pulang semua,,waduh gawat ini!sambung pak ari,,sudah-sudah daripada kita cemas dan khawatir yang bukan-bukan sebaiknya kita lapor pak kades dan rt saja,biar warga bantu cari anak2 kita, kata  pak madi,,aduh le, le, dimana kamu nak,udahlah bu sing sabar n berdo,a semoga tidak terjadi apa-apa pada anak kita! kata pak iman yang berusaha menenangkan istrinya yang lagi nangis!,,Merekapun kemudian pergi kerumah pak kades dan pak rt untuk melapor dan minta bantuan warga mencari anak-anak mereka….

Sementara di desa orang –orang tua mereka sedang cemas dan mencari mereka,ternyata keadaan madi,iman,ari dan tyo justru baik-baik saja,awalnya saat mereka memasuki rumah tersebut mereka sangat ketakutan sekali tapi pas sampai di dalam ternyata tidak seseram yang mereka banyangkan,di dalam rumah itu begitu bersih,dan nyaman dan rapi,,mereka terkagum-kagum melihat isi rumah itu yang begitu bagus dan mewah,,,”,wooow!ini rumah apa istana!tyo berbicara tanpa sadar saking kagumnya,,walaupun perabotannya antik-antik semua tapi msih keliahatan bagus dan indah sekali ya!sambung madi”selagi mereka tengah terkagum-kagum si kakek datang membawa baju ganti untuk mereka,”sudah cpatan ganti baju kalian,nanti masuk angin!,itu baju siapa kek?kakek kan tinggal sendiri !”ini baju cucu kakek,,dia sebesar kalian juga!trus dmana dia sekarang kek,kok tidak di sini temanin kakek, tanya iman?,”pakailah baju itu dulu nanti kakek ceritakan!.Mereka pun mengganti baju mereka dengan baju yang diberi kakek tersebut,setelah siap mereka pun disuruh sang kakek makan ,setelah makan barulah kakek bercerita,,saat itu jam sudah pukul delapan malam,hujanpun masih deras dan lebat,,”orang tua kalian pasti lagi khawatir dan mencari-cari kalian,apa tidak sebaiknya kalian pulang!pulang gimana kek,hujannya lebat begini,ada petirnya lagi!kakek keberatan ya kami di sini?tanya ari,”bukan begitu,kakek khawtir saja dengan orang tua-orang tua kalian,kalau boleh jujur kakek malah senang kalian di sini,kakek jadi ada teman ngobrol dan cerita,selama ini orang-orang kampung mungkin menganggap rumah ini berhantu dan kakek adalah hantu/setan,ditambah lagi dengan wajah kakek yang buruk dan jelek begini!”Iya kek di kampung heboh bilang rumah ini berhantu,kamipun awalnya berpikir begitu,makanya pas pertama bertemu kakek tadi kami ketakutan sekali,maaf ya kek  kata tyo,iman,ari dan madi secara bersamaan!”sudahlah kalian tidak salah kok memang kalau orang yang pertama lihat kakek pasti begitu ,padahal kakek ingin sekali ngobrol dan berkumpul dengan orang-orang kampung,(wajah sang kakek tampak sedih),sudahlah mungkin ini sudah nasip kakek,,Itu tidak adil kek,warga harus tahu bahwa apa yang selama ini mereka sangka dan pikirkan itu salah,kata madi,iya kek,mereka harus tahu,kakek itu orang yang baik,sambung tyo,,Ohya kek,kakek blum cerita tentang cucu kakek dan keluarga kakek,sambung ari lagi!”sebenarnya kakek malas membuka cerita ini lagi karna bikin kakek sedih tapi untuk kalian berempat baiklah kakek akan cerita!Nama kakek Primbodo joyo  Dinigrat,kakek dulu seorang dokter,hidup kakek begitu bahagia dan tentram,kakek hanya punya satu orang anak yang bernama purnomo joyodinigrat,dari pernikahan anak kakek itu ,kakek punya cucu laki-laki yang sangat gagah dan tampan bernama Iskandar Joyodinigrat,hidup kami bahagia sekali,hingga terjadi suatu peristiwa yang merenggut semua kebagiaan itu dari kakek,Waktu kami sekeluarga,kakek dan istri kakek,anak kakek dan istrinya serta cucu kakek,pergi jalan-jalan ke temapt wisata,tiba-tiba mobil yang kakek kemudikan menabrak pembatas jalan,karna waktu itu kakek sambil nyetir main-main sama cucu kakek,padahal istri kakek sudah bilang hati-hati,mobil kami terlempar dengan sangat keras dan lansung terbakar,kakek tidak ingat apa-apa lagi saat itu,kakek pingsan,setelah sadar kakek sudah di rumah sakit dengan muka yang diperban,kakek mulai mengingat-ingat apa yang terjadi,setelah betul-betul ingat kakek tanya perawat yang merawat kakek,bagaiman keadaan keluarga kakek yang lain,,dunia ini seakan kiamat setelah dengar mereka tidak ada yang selamat,kakek rasanya mau mati saja saat itu,untuk apa kakek hidup kalau semua yang kakek sayangi sudah tidak ada lagi bersama kakek,cukup lama kakek berduka hingga kerja kakekpun jadi berantakan,kakek sangat berduka ,,,hidup kakek serasa hancur dan hampa,kakek putus asa sekali!tpi untung kakek akhirynya sadar,bahwa itu tidak baik dan dilarang oleh agama,akhirnya kakek berusaha bangkit dari keterpurukan dan berusaha menata kembali hidup kakek,karna kakek sadar  pasti keluarga kakek juga akan sedih lihat kakek,kakek putuskan untuk menjual semua harta kakek yang di kota dan membeli rumah ini ,itulah sebabnya kakek di sini dan muka kakek begini,,(sambil menyudahi ceritanya sang kakek tampak menghapus airmatanya),kakek setiap seminggu sekali pasti keluar kota ke makam keluarga kakek,sekarang kalian sudah tahu semuanya,jadi kakek harapkan kalian tidak takut dan berprasangka yang bukan-bukan pada kakek lagi,,iya kek sekali lagi kami mohon maaf atas prasangka kami terhadap kakek dan sudah membuat kakek sedih,kata madi ,iman,tyo dan ari pun mengiyakan!ya sudahlah sudah jam sembilan,sebaiknya kalian pulang hujan juga sudah reda,ini kakek kasih senter 4 buah untuk kalian berempat,kapan-kapan main kesini lagi ya,ada juga kawan kakek ngobrol!iya kek,terimakasih atas semua kebaikan-kebaikan kakek,kami janji akan main kesini lagi.

Sementara itu di kampung ,kepala desa dan semua warga yang laki-laki,sambil membawa  kentongan berkumpul di balai desa,bersiap-siap untuk berangkat untuk mencari mereka,ketika  hendak berangkat salah satu warga melihat di kejauhan ada cahaya lampu senter,cahaya itu semakin mendekat dan itu ternyata madi,tyo,ari dan iman,salah seorang warga beseru,itu mereka! semua heboh apa lagi orang tua mereka, mereka ramai-ramai mengerumuni mereka, oala le,le darimana aja kalian bikin cemas ibu dan bapak saja, kata orang tua mereka masing-masing, Tyo mewakili temannya menceritakan apa yang telah mereka alami termasuk menceritakan tentang si kakek dan rumah tua yang selama ini ditakuti,warga semua diam mendengarkan cerita mereka,kemudian pak kades berkata!”kalau memang benar cerita kalian itu berarti selama ini kita semua sudah salah sangka terhadap rumah tua dan kakek yang ada di rumah itu,kita harus kesana dan minta maaf kasian kakek itu pasti beliau sangat sedih sekali atas sikap-sikap kita selama ini,semua yang hadir di balai desapun mengiyakan kata pak kades,keesokan harinya semua warga pun datang kerumah tua itu,awalnya si kakek sangat terkejut dan takut sekali melihat semua warga mendatangi rumahnya,,apalagi meliat iman,tyo,madi dan ari ada di antara rombongan itu,mungkin dia dituduh menyekap anak-anak itu tadi malam,,saat warga semua telah sampai didepan pintu rumahnya terdengar ketukan pintu dan panggilan ,tok,tok,tok!, kek buka pintunya ini kami, warga mau bertemu kakek untuk silaturahmi,dengan perlahan-lahan pintu rumah tua itu terbuka, si kakek pun muncul, awalnya banyak warga yanga kasak-kusuk begitu melihat keadaan si kakek tetapi cepat-cepat pak kades menenangkan warga,”sudah-sudah bapak ibu semuanya, jangan sampai kita berdosa lagi terhadap kakek ini, kek saya pak kades dan semua warga ke sini datang dengan niat baik dan ingin minta maaf atas prasangka yang bukan-bukan terhadap kakek selama ini, untung ada anak-anak pemberani ini yang menceritakan semuanya, coba kalau tidak pasti kesalahpahaman ini akan terus berlanjut,,(mendengar hal itu kakek pun tidak kuasa menahan airmatanya karna terharu)” kepada pak kades dan semua warga yang hadir di sini terima kasih sekali karena sudah lama sekali memimpikan semua ini, dan saya juga mohon maaf kalau selama ini sudah membuat tidak nyaman semua warga. Dan untuk cucu-cucuku Madi, Tyo, Ari dan Iman kakek juga ucapkan banyak terima kasih, mungkin kalau bukan karna kalian semua ini tidak akan terjadi!

Setelah kejadian itu semua warga tidak ada yang takut lagi dengan rumah tua dan kakek itu lagi dan misteri tentang rumah tua yang berhantu hilanglah sudah,si kakek sekarang sudah diterima semua warga dan berbaur,berkumpul bersama warga,warga pun sering berkunjung kerumah kakek itu sekedar unuk jalan-jalan sambil melihat kebun-kebun kakek yang begitu  subur,madi,tyo,ari dan iman pun hampir tiap hari berlatih di lapangan samping rumah sang kakek, dan main-main di rumah kakek. Kadang-kadang si kakek  juga menonton mereka berlatih.

Ahkirnya hari pelaksanaan seleksi O2SN pun tiba. Karna kegigihan dan kerja keras mereka dalam berlatih, mereka berempat pun lolos seleksi. Mereka pun menjadi salah wakil dari kabupaten mereka, karna di Kabupaten mereka menang mereka juga terpilih menjadi utusan provinsi dan mereka pun menang,,,,

 Tamat

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s